Waktu baca: 5 menit
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA, MA, SMK, dan sederajat memasuki hari terakhir gelombang pertama pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebelumnya menyampaikan bahwa gelombang pertama dijadwalkan pada 26–29 Oktober, sedangkan gelombang kedua berlangsung 2–5 November 2026. Persiapan teknis dan kondisi sekolah menjadi faktor penting agar asesmen berlangsung tertib dan adil.
Jutaan peserta terdaftar
Dalam keterangan pada 23 Oktober, Kemendikdasmen menyebut 3.864.195 peserta telah mendaftar dari total 4.213.114 calon peserta, atau sekitar 91,72 persen. Pemerintah menyatakan kesiapan data, sistem asesmen, dan pengawasan menjadi bagian dari persiapan. Pelaksanaan dibagi ke dalam beberapa gelombang dan sesi untuk menyesuaikan kapasitas infrastruktur serta kemampuan sistem.
Angka pendaftaran yang besar menunjukkan tantangan logistik: perangkat harus siap, jaringan memadai, petugas memahami prosedur, dan peserta memperoleh informasi yang konsisten. Sekolah juga perlu memastikan murid mengetahui jadwal, lokasi, persyaratan, serta cara melaporkan kendala teknis sebelum atau selama pelaksanaan.
Keselamatan sekolah terdampak bencana
Kemendikdasmen menegaskan bahwa pelaksanaan di daerah terdampak bencana harus mempertimbangkan keadaan nyata satuan pendidikan. Dinas pendidikan provinsi dan kantor wilayah Kementerian Agama diminta berkoordinasi untuk memetakan keselamatan, kesehatan, akses, dan kesiapan sekolah. Satuan pendidikan yang belum aman tidak boleh dipaksakan mengikuti jadwal utama.
Prinsip ini penting karena akses menuju sekolah, kondisi bangunan, kualitas udara, dan ketersediaan listrik atau jaringan dapat berbeda dari satu wilayah ke wilayah lain. Penilaian harus didasarkan pada kondisi aktual, bukan sekadar mengejar jadwal. Penyesuaian yang tepat membantu mencegah peserta dan petugas menghadapi risiko yang seharusnya dapat dihindari.
Bagi peserta yang tidak dapat hadir karena kendala teknis, sakit, atau keadaan tertentu, kementerian menyebut tersedia mekanisme jadwal susulan sesuai ketentuan. Sekolah perlu mencatat kondisi yang terjadi dalam berita acara dan berkoordinasi dengan dinas pendidikan atau kantor wilayah Kementerian Agama agar tindak lanjutnya jelas. Orang tua sebaiknya meminta informasi melalui sekolah, bukan mengandalkan pesan berantai yang belum terverifikasi.
Pengawasan dan integritas asesmen
Menurut keterangan kementerian, persiapan TKA mencakup gladi bersih pada 5–18 Oktober. Gladi bersih moda daring diikuti lebih dari tiga juta peserta, sementara moda semi-daring diikuti ratusan ribu peserta. Pengawasan disiapkan melalui puluhan ribu pengawas ruang dan lebih dari seribu penyelia dari perguruan tinggi negeri.
Pengawasan yang baik bukan hanya mencegah kecurangan. Petugas juga perlu membantu peserta memahami prosedur, menangani gangguan teknis secara konsisten, dan mencatat kejadian yang dapat memengaruhi pelaksanaan. Jika masalah muncul, sekolah perlu mengikuti alur pelaporan resmi agar keputusan tidak bergantung pada tafsir masing-masing lokasi.
Bagaimana orang tua dan murid dapat bersiap?
Untuk peserta yang masih mengikuti gelombang pertama atau akan mengikuti gelombang berikutnya, persiapan terbaik adalah memeriksa informasi resmi dari sekolah, memastikan perangkat dan kebutuhan teknis sesuai petunjuk, serta datang dengan waktu yang cukup. Belajar secara terukur, beristirahat, dan menjaga kondisi kesehatan lebih bermanfaat daripada belajar semalam suntuk hingga kelelahan.
Orang tua dapat membantu dengan memastikan anak mengetahui jadwal dan jalur menuju lokasi, serta memberi dukungan tanpa menambah tekanan. Jika peserta sakit atau menghadapi kendala yang nyata, segera hubungi sekolah dan ikuti prosedur pelaporan. Jangan mengunggah data pribadi atau dokumen peserta ke ruang publik untuk mencari bantuan.
Hasil harus digunakan secara bertanggung jawab
Kemendikdasmen menyebut hasil TKA dapat dimanfaatkan untuk memetakan kompetensi murid, membantu guru merencanakan pembelajaran, dan menjadi salah satu informasi dalam transisi ke jenjang berikutnya. Karena itu, hasil asesmen perlu ditafsirkan sesuai tujuan dan konteksnya. Satu hasil tes tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran potensi seorang anak.
Pelaksanaan yang adil berarti memastikan setiap peserta memiliki kesempatan yang aman dan layak, termasuk mereka yang terdampak bencana atau gangguan teknis. Ketepatan jadwal penting, tetapi keselamatan, integritas, dan akses yang setara tetap menjadi prioritas.
Bacaan rujukan: Siaran pers Kemendikdasmen tentang kesiapan TKA 2026, 23 Oktober 2026.